Purwa Tjaraka; Tak Bisa Lepas Dari Musik

purwa1

Sejak kecil orangtuanya sudah mengenalkan berbagai jenis musik. Dari sering mendengarkan musik itulah Purwa kecil berkeinginan kursus piano

Gilang Ramadhan; Sukses Berkarir, Suksen Berumah Tangga

gilang1

Selain sukses dalam berkarir, Gilang juga sukses dalam membangun rumah tangganya. Tak sekalipun terdengar gossip miring yang ditujukan kepadanya

Dr Robert Sinto; Antara Ilmu dan Kepedulian Sosial

robert1

Diakui Robert keberhasilannya meraih apa yang selama ini ia impikan merupakan buah dari berbagai aktifitas dan berbagai kegiatan saat masih menjadi mahasiswa

Velly Kristiani; Belajar Mandiri Dari Anak Rantau

3 October, 2011

Ada pepatah kuno mengatakan ‘belajarlah sampai negeri cina’, hal itu mungkin yang mengilhami Velly Kristianti, Direktur sekaligus pemiliki merk franchise Klenger Burger yang berkantor pusat di Jl. RC. Veteran, Bintaro ini. Untuk meraih segala yang diimpikan, Ibu dua anak ini tak henti-hentinya belajar, baik pendidikan formal, non formal juga dari pengalaman-pengalaman hidupnya selama masih kuliah.

Velly yang dilahirkan dan dibesarkan dilingkungan keluarga pekerja ini memang sedikit ‘menyimpang dari pakem keluarganya yang semuanya adalah pegawai. Perempuan cantik kelahiran 26 Desember 1974 ini memang sempat bekerja dibeberapa perusahaan dengan berbagai jabatan, namun itu semua ia tinggalkan dan memilih untuk membuka usaha sendiri yang memang sudah menjadi targetnya.

Keputusannya untuk membuka usaha memang berdasarkan banyak faktor, namum menurut perpempuan berjilbab ini, saat itu faktor utama yang membuatnya beralih profesi adalah masalah ekonomi yang membelit kehidupannya, “Kebetulan saat itu keadaan ekonomi saya sedang berada dilevel bawah, sehingga saya dan suami harus mendapatkan penghasilan lain untuk bisa menutupi semua kebutuhan yang semakin membengkak,” ungkap alumnus Sastra Belanda Universitas Indonesia ini.

Pada tahun 2002, Velly dan suaminya memutuskan untuk membuka warung makan sunda, namun karena usahanya itu dibarengi dengan bekerja sehingga pengelolaan rumah makan itu menjadi tidak fokus. Akibatnya, usahanya tersebut berjalan dengan tersendat-sendat bahkan bisa dikatakan jalan ditempat, “Yah karena disambi bekerja dan juga banyak cobaannya akhirnya rumah makan itu tutup, sehingga kami mencoba berbinis dengan teman-teman untuk mendapatkan penghasilan lebih,” tutur perempuan yang hobi menyanyi ini.

Seiring berjalan waktu, Velly dan suami mencoba kembali membuka usaha baru dan tercetuslah untuk membuka restoran siap saji berupa burger dan sejenisnya. Keputusan itu ia ambil berdasarkan asumsi bahwa saat itu kecenderungan masyarakat dalam memilih menu siap saji semakin meningkat. “Waktu itu kami melihat bahwa masyarakat lebih senang memilih menu yang siap saji karena mereka memiliki keterbatasan waktu dalam beraktifitas, oleh sebab itulah kami memutuskan untuk membuka restoran siap saji ini,” tukas Velly.

Pada Februari 2006 akhirnya berdirilah kedai Klenger Burger, ia sengaja memilih nama klenger, karena menurutnya nama itu memiliki ciri khas lokal. “Burger kami memang berbeda, walaupun berpenampilan burger asal Amerika, namun rasanya sangat Indonesia, jadi sangat cocok dengan lidah orang Indonesia,” cetus Velly berpromosi.

Saat ini Velly memang patut berbangga, karena dengan jerih payahnya selama ini, ia telah berhasil membuka tak kurang dari 47 kedai burger yang tersebar di kawasan Jabodetabek, Surabaya, Bandung dan Bali, bahkan saat ini merk dagangnya tersebut telah di ‘incar’ sebuah retail besar asal Perancis untuk meramaikan produk dagangannya. Namun begitu ia mengaku bahwa keberhasilannya saat ini bukan berarti tanpa hambatan, “Hambatan itu pasti ada, tinggal bagaimana kesiapan mental kita dalam menyingkapi semua hambatan itu,” jelas Velly

Disinggung tentang disiplin ilmunya yang sangat jauh dengan profesinya saat ini, perempuan bertubuh mungil ini berpendapat bahwa ilmu tetaplah ilmu, yang sangat bermanfaat untuk kehidupannya, ia juga mengaku banyak belajar tentang kemandirian dari anak-anak rantau. “Karena jauh dari orang tua, saat kuliah aku harus kos, dari situlah saya banyak menadapatkan ilmu tetang kemandirian dari teman-teman satu kos,” papar perempuan berdarah Sunda ini.

Sebagai seorang perempuan yang memiliki karir dan kesibukan, Velly mengaku tak kesulitan dalam mengatur waktunya untuk keluarga tercinta. Menurutnya keluarga haruslah tetap menjadi prioritas utama,”Walau saya memiliki kesibukan yang luar biasa, tapi saya selalu menyempatkan diri untuk mengurus keluarga. Saya ibu dari dua anak, jadi saya harus tetap berada pada kodrat saya sebagai perempuan, istri dan ibu dari anak-anak saya,” ucap Velly

Itulah sebabnya velly berpendapat bahwa sah-sah saja perempuan memiliki karir yang bagus dalam kehidupannya, karena memang saat ini waktu sepertinya telah membuka peluang buat perempuan untuk mengembangkan segala kemampuan, “Menurut saya ngga ada salahnya ya perempuan bisa semaju laki-laki, tapi ya harus diingat bahwa mereka (perempuan-red) punya kodrat dan jangan lupakan hal itu,” selorohnya dengan senyum mengembang

Seperti juga pendapat banyak orang tentang perempuan cantik, Velly juga berpendapat bahwa penilaian cantik sangat relatif dan tergantung dari siapa yang dinilainya dan siapa yang menilanya. “Tapi menurut saya cantik itu terkadang tak bisa dijabarkan dengan kata-kata, karena terkadang perempuan bisa terlihat cantik karena ia memiliki sesuatu yang kita tak bisa menerka apa yang bisa membuat perempuan tersebut terlihat cantik, entah itu dari fisiknya atau mungkin juga dari bathunnya,” pungkas Velly dengan kening yang berkerut.


Give a comment?