Purwa Tjaraka; Tak Bisa Lepas Dari Musik

purwa1

Sejak kecil orangtuanya sudah mengenalkan berbagai jenis musik. Dari sering mendengarkan musik itulah Purwa kecil berkeinginan kursus piano

Velly Kristiani; Belajar Mandiri Dari Anak Rantau

velly1

Ada pepatah kuno mengatakan ‘belajarlah sampai negeri cina’, hal itu mungkin yang mengilhami Velly Kristianti, Direktur sekaligus pemiliki merk franchise

Gilang Ramadhan; Sukses Berkarir, Suksen Berumah Tangga

gilang1

Selain sukses dalam berkarir, Gilang juga sukses dalam membangun rumah tangganya. Tak sekalipun terdengar gossip miring yang ditujukan kepadanya

Joanne Warsito; “Match Maker” Bagi Para Profesional Muda

11 July, 2011

Joanne Warsito, atau yang akrab disapa Jo, adalah orang yang  sangat tertarik dengan hubungan seseorang. Tetapi pastinya bukan  sebagai intruder atau orang ketiga. Jo adalah seorang praktisi handal dalam  hal menemukan jodoh atau lebih kerennya, matchmaker.

Bertindak  sebagai chief executive Matchactually-Asia, matchmaking service untuk  pria dan perempuan dia juga seorang dating coach yang bertugas membatu para single untuk memperkecil resiko sakit hati yang disebabkan oleh sebuah hubungan percintaan dan memperbesar kesempatan untuk bertemu si Mr. Right dan Mss. Right.

Ketertarikan Jo  terhadap dunia relationship sebenarnya merupakan jawaban pertanyaan yang  kerap diajukan mereka yang masih single.  Sebut saja  pertanyaan-pertanyaan seperti “mengapa begitu sulit untuk menemukan   pasangan yang tepat?”, “Mengapa saya selalu menarik pasangan yang salah dan tidak sesuai dengan keingininan saya? dan  sebagainya, berlatar belakang tersebutlah, Jo mulai mengembangkan  Matchactually-Asia.com.

Setelah bertahun-tahun mengkaji dan  belajar tentang kebiasaan dan   kesalahan tragis yang sering dilakukan  baik oleh laki-laki atau   perempuan, Jo berkesimpulan bahwa untuk  memulai hubungan dan  membuatnya  berjalan dengan baik, kedua belah pihak membutuhkan sinkronisasi sudut pandang dan tujuan mereka.

Menurut  Jo, semakin sukses kehidupan seseorang semakin sedikit waktu yang dimilikinya untuk bersosialisasi. Hasilnya, banyak dari mereka yang  kehilangan sentuhan dating yang sesungguhnya, atau dengan kata lain kebanyakan dari mereka menjadi digitalized, hubungan sebatas sms, bbm dan facebook. Dia percaya bahwa setiap single harus memiliki dating IQ yang tinggi untuk membuat relationship/hubungan menjadi profitable.

Bertemu dengan banyak  lawan jenis  itu sangat mudah, tetapi menemukan lawan jenis yang bisa dijakadikan pasangan   yang  tepat,  membutuhkan penanganan khusus. Kebanyakan dari mereka yang   sukses, mandiri dan berpenampilan menarik masih berusaha keras mencari dan menemukan   orang yang  tepat untuk berbagi kesuksesan dan kebahagiaan mereka.

Ibarat  banyak ikan di laut akan tetapi bagaimana bila Anda tak  punya  waktu untuk berenang di dalamnya? atau Anda hanya seorang  pemancing  yang  sibuk dengan urusan umpan, kail dan sebagainya? Dalam  urusan  apapun,  menemukan sesuatu atau seseorang yang tepat bisa jadi  sangat  sulit!

“Sejak dulu kita belajar berkencan dengan cara melihat bagaimana orang lain melakukannya dan juga dari banyak orang disekitar kita, tapi sayangnya, apa yang mungkin berhasil untuk mereka ternyata tidak bisa diterapkan dalam kehidupan pribadi kita. Karena itu Saya percaya bahwa  setiap orang memiliki “titik jual” atau “selling point” masing-masing.  Terkadang secara tak sadar kita berubah menjadi orang lain hanya agar  bisa diterima oleh lawan  jenis,” terangnya.

Perempuan yang  mengasah skill matchmaking di SDN Trust, sebuah dating agency terakreditasi di Singapura ini percaya bahwa setiap perempuan memimpikan  bertemu “Prince Charming”   yang tepat untuk menghabiskan sisa hidup  dan berbahagia bersama selamanya.

MatchActually-Asia  merupakan kombinasi dari Personal Matchmaking service dan Dating   consulting. Jo sangat percaya bahwa untuk mempertemukan  pasangan yang  tepat secara efektif membutuhkan keseriusan dan dedikasi yang tinggi. Jo dan tim bekerja secara intensive mencarikan pasangan yang tepat dengan qualifikasi dan kesamaan nilai – nilai bagi para klien nya.

Oleh karena itu Jo hanya ingin bekerja untuk para lajang yang memiliki tujuan yang jelas yaitu mencari pasangan untuk jangka panjang. “Saya sangat selektif dalam memilih klien. Saya hanya ingin bekerja dengan para lajang yang  relationship-minded, yang berhak untuk mendapatkan yang terbaik   dalam hidup, jadi walaupun seseorang itu memiliki banyak uang untuk meng-hire saya sebagai matchmaker pribadinya namun dia tidak memiliki etikad yang baik yaitu mencari teman hidup yang serius, saya enggak tertarik untuk bekerja untuk nya.” katanya.

Sebenarnya begitu banyak para lajang yang sudah siap baik dari segi keuangan dan juga siap secara mental diluar sana akan  tetapi masih banyak juga para lajang yang terjebak  berkencan dengan orang yang salah,  sehingga melakukan kesalahan yang sama  berulang-ulang.

Tanyakan  pada diri, apakah Anda sudah siap untuk menerima arti cinta  yang sebenarnya? Karena banyak  perempuan cantik, single dan pintar  yang  ternyata masih bertanya-tanya, mengapa sulit sekali bagi mereka untuk menemukan pasangan yang tepat, terlebih lagi pertanyaan mengapa laki – laki amat sangat takut berkomitmen.

Hal  ini merupakan beberapa hal yang dipelajari Jo dan sangat ingin dibagi ke  semua orang. “Ada banyak situs dating online atau dating service,  tapi saat ini step  to next level, yang lebih tepat adalah personal  matchmaking,”  pungkas Jo yang membuka gerai konsultasi Matchactually-Asia, di Dharmawangsa Square, Jakarta Selatan. (karin)


Give a comment?