News Index

FITRA: Penukaran Barang Impor di Ruang Banggar Bukan Akhir Segalanya

27 January, 2012

Jumat. Rencana Badan Kehormatan dan Sekretariat Jenderal DPR untuk membongkar semua barang impor di ruang kerja baru Badan Anggaran DPR tak terlaksana. Kemarin, Ketua Badan Kehormatan DPR Muhammad Prakosa mengatakan di DPR, Senayan, Jakarta, segera membongkar ruang tersebut dalam waktu dua hari ke depan.

Kamis (26/1) siang, wacana tersebut kembali mengemuka. Namun, hingga sore proses pembongkaran tak juga dilaksanakan. Menanggapi hal itu, Koordinator Investigasi dan Advokasi Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Uchok Sky Khadafy menyatakan, DPR telah melakukan pembohongan publik.

Ia menilai proses penukaran barang bukanlah ujung dari masalah itu. “Jangan membohongi publik dengan menukar barang di ruang Badan Anggaran. Masalah ini belum dianggap selesai,” kata Uchok di Jakarta, Kamis (26/1).

Uchok menyebut, penukaran barang dan keputusan Badan Kehormatan bukanlah terminal terakhir dari proses penyelidikan atas kasus tersebut. “Publik menunggu penyelidilkan kasus ini sampai kelar, kalau tidak kelar DPR hanya menjadi fokus kebencian publik. Ini memprihatinkan. Jadi, masih ada penyidikan dari KPK, untuk mencari keterlibatan anggota dewan dalam perencanaan ruang Badan Anggaran ini,” imbuhnya.

Uchok menilai, meskipun DPR hendak menggunakan tenaga auditor BPKP dalam kasus itu, tetap saja ujungnya akan bodong. Sebab, BPKP kerap kali berpihak kepada DPR. “Saya tidak menyakini hasilnya netral, dan betul-betul untuk mengungkapkan indikasi korupsi. Karena beberapa kali hasil BPKP selalu berpihak kepada kepentingaan DPR,” kata Uchok.


Give a comment?