Advertise here

News Index

Ditolak di Palangkaraya, FPI Mengadu ke Mabes Polri

14 February, 2012

Selasa. Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menuding Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang sebagai dalang pengusiran anggotanya di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalteng, 11 Januari lalu.

Atas tudingan tersebut, Rizieq mengadukan Teras Narang ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (13/2). Menurut Rizieq, massa yang mengepung delegasi FPI bukanlah warga Dayak, melainkan preman yang dilindungi Teras Narang.

“Peristiwa itu bukan orang Dayak, baik muslim maupun nonmuslim. Tapi dilakukan oleh preman yang rasis, fasis, serta anarkis yang di bawah pembinaan Gubernur Kalteng Teras Narang dan dibiarkan Kapolda Kalteng Brigjen Damianus Jackie,” kata Rizieq.

Rizieq juga menyebut tiga nama yang ia tuding sebagai operator atau penggerak massa, yakni Yanseb Binti, Lukas Tingkes, Sabran dan beberapa tokoh lain. Mereka juga dilaporkan ke Mabes Polri atas kejadian tersebut.

“Laporannya pengrusakan secara bersama-sama, pasalnya pasal 170 dan kedua pasal perampasan kemerdekaan pasal 333. Kemudian yang ketiga perbuatan tidak menyenangkan, pasal 335 dan yang keempat adalah perencanaan pembunuhan, pasal 340,” kata Rizieq.

Tidak tanggung-tanggung, Rizieq meminta Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo mencopot Kapolda Kalteng Damianus Jackie. Damianus dituding melakukan pembiaran saat ribuan orang yang mengatasnamakan warga berunjuk rasa menolak FPI.

Kejadian bermula saat Sekjen, Wasekjen, Ketua Bidang Dakwah, dan Panglima FPI, menghadiri deklarasi sekaligus pelantikan pengurus FPI Kalteng. Kedatangan mereka disambut ribuan warga yang menamakan diri masyarakat adat Dayak.

Warga merangsek masuk ke landasan pesawat setelah menjebol tiang pagar bandara. Mereka mengadang pesawat sebagai penolakan terhadap FPI. Keempat delegasi mengaku diancam dengan senjata untuk tidak turun. Pesawat akhirnya menerbangan keempatnya ke Banjarmasin, untuk alasan keamanan.


Give a comment?