Velly Kristiani; Belajar Mandiri Dari Anak Rantau

velly1

Ada pepatah kuno mengatakan ‘belajarlah sampai negeri cina’, hal itu mungkin yang mengilhami Velly Kristianti, Direktur sekaligus pemiliki merk franchise

Gilang Ramadhan; Sukses Berkarir, Suksen Berumah Tangga

gilang1

Selain sukses dalam berkarir, Gilang juga sukses dalam membangun rumah tangganya. Tak sekalipun terdengar gossip miring yang ditujukan kepadanya

Dr Robert Sinto; Antara Ilmu dan Kepedulian Sosial

robert1

Diakui Robert keberhasilannya meraih apa yang selama ini ia impikan merupakan buah dari berbagai aktifitas dan berbagai kegiatan saat masih menjadi mahasiswa

Purwa Tjaraka; Tak Bisa Lepas Dari Musik

10 October, 2011

Musik adalah sebuah ekspresi nurani dasar yang memiliki dunianya sendri. Layaknya sebuah dunia, dunia musikpun disertai oleh bahasa dan warna sebagai sarana ekspresi dan komunikasi. Warna musik adalah semu, tidak hitam, bukanlah putih dan sebagainya. Warna musik tergantung kepada kejujuran hati musisi dalam memainkan perannya dalam kesatuan. Kalimat ini akan selalu ditemukan saat membuka situs Purwacaraka Musik Studio.

Bisa jadi kata-kata itu adalah cerminan akan kedalaman hati sang musisi terhadap dunia yang selama ini di geluti, ya musik memang tak bisa lepas dari keseharian Purwa Tjaraka yang kerap disapa Kang Purwa ini. Lihat saja, jika kita menyaksikan beberapa pentas musik yang kini banyak bermunculuan di televisi, nama Kang Purwa sepertinya tak pernah absen, mulai dari pengiring pentas sampai menjadi seorang juri.

Musisi kelahiran Beograd, Yugoslavia, 31 Maret 1960 ini sebenarnya sudah memiliki segudang aktifitas lain. Ia juga adalah seorang pengajar di sekolah musik yang didirikannya, selai itu ia juga menggarap musik sinetron, menggarap beberapa jingle iklan. Belum lagi menjadi pembicara  diberbagai acara, seperti ketika ia menjadi pembicara pada acara talk show Enfa SmA+rt Adventure yang digelar di Cilandak Town square.

Di akui Kang Purwa, sejak kecil orangtuanya sudah mengenalkan berbagai jenis musik. Dari sering mendengarkan musik  itulah Purwa kecil berkeinginan kursus piano. Saat itu usianya baru menginjak 7 tahun. Purwa yang kalem dan tak banyak bicara, memilih belajar musik ketimbang bermain.  Bakatnya terus diasah. Saat SMU, Purwa sudah menghasilkan uang dari musik.

Waktu kuliah perhatian  Purwa terhadap musik semakin besar. Setelah lulus kuliah Purwa ingin total ke musik. Dia pun mulai bersolo karier sebagai pianis. Purwa yang saat itu tinggal di Bandung, sering bolak-balik ke Jakarta. “Itu zaman sulit dan prihatin saya. Saya membawa peralatan musik yang berat dengan naik kereta,” kenang Insinyur Tehnik Industri ITB ini.

Kerja keras Purwa akhirnya  membuahkan hasil. Setelah kariernya kian cermerlang, dia menikahi pujaan hatinya, Sri Susanti. Tak lama setelah itu, Purwa membentuk band  pengiring. “Saat itu saya melihat ada peluang. Di Indonesia dulu dan sekarang, band pengiring masih bisa dihitung dengan jari,” ujarnya. Purwa dengan jujur mengakui,  kualitas band pengiringnya sama dengan yang lain. Pasalnya, musisi pendukungnya sama. “Lihat saja, orangnya itu-itu juga. Di sinilah diperlukan kepiawaian pemimpinnya. Di sinilah diperlukan keahlian khusus aranjer,” ujar Purwa

Ditanya tentang pendidikan formalnya yang jauh dari dunia musik, Kang Purwa menjelaskan bahwa darah seni yang mengalir ditubuhnya sepertinya lebih kuat hingga menarinya menjadi seorang musisi. Tapi diakui kakak kandung Trie Utami ini, di dunia musik, apa yang dipelajarinya di bangku kuliah masih bisa ‘nyambung’ dengan kegiatan musiknya.

Selain itu Kang Purwa juga ingin membukatikan bahwa profesi musisi bisa dijadikan sandaran hidup. “Selama ini kan masyarakat menganggap pekerjaan sebagai musisi tidak jelas dan tidak bisa dijadikan topangan hidup. Makanya banyak orangtua yang melarang anaknya terjun ke dunia musik. Padahal bila ditangani dengan benar, musik bisa mendatangkan uang,” ujar Purwa  bersemangat.

Awalnya kegiatan Kang Purwa yang super sibuk itu, mendapat protes keras dari istri dan anak-anaknya. . Mungkin  buat Purwa Tjaraka kesibukannya itu adalah sesuatu yang  biasa, tapi buat keluarganya, awalnya menjadi hal yang luar biasa. “Awalnya keluarga sempat protes dengan intensitas saya yang tinggi, tapi lama-lama mereka mengerti,” ucap ayah dari tiga orang buah hati ini.

Saat diminta pendapatnya tentang perkembangan perempuan Indonesia saat ini, sulung dari tiga bersaudara ini menjawab, bahwa perempuan saat ini telah berkembang dengan saat baik, tapi ia juga melihat bahwa perempuan terkadang masih menuntut perkecualian. “Menurut saya ada paradigma-paradigma baru yang muncul dengan kemampuan perempuan disegala bidang, tetapi terkadang mereka juga minta perkecualian dalam hal-hal tertentu, dan saya rasa itu hal yang wajar karena perempuan memiliki kodrat yang berbeda dengan laki-laki,” ungkap Kang Purwa.

Sementara pendapatnya tentang perempuan cantik, dengan gamblang Kang Purwa menjawab bahwa cantik itu bisa dilihat dari dua sisi, “Perempuan cantik menurut saya, pertama bisa diukur dari keadaan fisiknya, dalam artian memiliki paras yang cantik dan yang kedua cantik itu bisa dilihat dari inner yang dimilikinya, dan menurut saya kecantikan luar dalam itu harus blending, idelanya sih seperti itu” tutur peraih beberapa penghargaan di bidang musik ini.