Setelah beranjak dewasa saya akhirnya memasuki usia perkawinan, di masa awal perkawinan, saya juga sama seperti ibu, berusaha menjaga demi keutuhan keluarga.

Erni memutuskan untuk tak memberitahukan kejadian tersebut kepada Novan suaminya. Ia memutuskan untuk tetap menjalani rumah tangganya bersama Novan dan anak-anaknya.
Semasa duduk di Sekolah Menengah Atas, aku pernah mempunyai pengalaman yang mengesankan dengan seorang teman bernama Ridwan (bukan nama sebenarnya). Sebenarnya aku dan Ridwan bukanlah teman karib, tapi ada satu peristiwa yang menjadikan kami dekat sampai sekarang.
Saat itu, 15 tahun yang lalu, aku sedang duduk-duduk di teras rumah. Tiba-tiba aku melihat seorang cowok yang sebaya denganku, sedang naik sepeda lalu jatuh tersungkur tepat di depan rumahku. Isi tas plastik pemuda itu tumpah dan berhamburan ke luar. Tanpa berpikir panjang, aku segera menolongnya. Aku membantunya berdiri dan mengumpulkan barang-barangnya yang berserakan di jalan.
Aku masih ingat betul barang apa saja yang tercecer dari plastik tersebut. Ada obat serangga, tali, dan beberapa barang lain yang dibawa pemuda itu. Setelah terkumpul, ia akhirnya sudah masuk ke dalam tas plastiknya lagi. Aku juga melihat kaki pemuda itu terluka karena jatuh tadi, maka aku pun memintanya mampir sebentar agar lukanya bisa diobati.
Saat lulus SMA, tak sengaja, aku dan Ridwan diterima di sebuah universitar negeri yang sama.Hal ini semakin menambah keakraban kami. Kami menjadi semakin dekat dan dekat. Meski beda jurusan, namun kami mengontrak di rumah yang sama dan selalu meluangkan waktu untuk berbincang, termasuk berbagi masalah pribadi alias masalah pacar. Walau akrab, bukan berarti tidak ada ribut-ribut kecil yang mengiringi perjalanan persahabatan kami.
“Waktu itu, usaha bapakku bangkrut, dia terlilit banyak hutang. Sedangkan ibuku malah lari dengan lelaki lain. Aku selalu jadi korban emosi bapak. Waktu itu saya kecewa sekali dengan mereka dan ingin bunuh diri. Tetapi, waktu sehabis membeli racun serangga dan juga tali untuk bunuh diri, sepedaku malah terpeleset di depan rumahmu dan kamu menolongku. Keakraban dan ketulusanmu waktu itu seolah-olah bercerita bahwa masih banyak orang baik di sekitarku.