
Sebuah novel yang mengulas dua sisi Venue yang romantis dan religius. Begitu dihargainya PENULIS di negeri orang dibandingkan di NEGERINYA SENDIRI.

This book is a pure pleasure to read; filled to the brim with humor and I love the wittiness of Alexandra Dewi and the sincerity of fierce yet darling Fifi

Dengan sepenuh hati kami mendukung Chicken Soup for the Soul: Sukacita Natal untuk kisah-kisahnya yang menghangatkan hati, jenaka, dan gembira untuk libur akhir tahun.
…ia melihat bus tua dengan plakat logam bertuliskan FLATBUSH AVE…
…seorang pria mengenakan topi dan jas hujan dengan bekas luka mengerikan di leher…
…wajah seorang wanita diempaskan ke kaca depan mobil, bibirnya robek, darah mengaliri sebelah pipinya yang pucat…
…kilasan wajah-wajah yang menjerit berkelebat di depan matanya…
Seperti apa 18 detik terakhir yang ada dalam ingatan seseorang sebelum meninggal?
18 detik. Sherry Moore, yang buta dan memesona, mampu “melihat” 18 detik terakhir memori orang mati dengan menyentuh mayat tersebut. Kemampuan tersebut dimanfaatkan Letnan Kelly O’Shaughnessy untuk memecahkan kasus pembunuhan berantai dengan korban para wanita. Dua wanita tersebut kemudian bergabung untuk memburu dan mengungkap identitas si pembunuh. Namun, tanpa disadari, merekalah yang diburu, sampai mereka terperosok lebih dalam ke sarang si pembunuh.
“18 Detik adalah novel thriller dengan teknik penulisan dan plot terbaik, serta kisah paling impresif…” —The Washington Post
“Alurnya mengagumkan… Mengejutkan dengan akhir kisah mengesankan.” —The Baltimore Sun
18 Detik
Oleh George D. Shuman
Tags :18 Seconds, Novel, Misteri, Thriller, Pembunuhan
Harga : Rp. 60.000,-
Kategori :Fiksi dan Sastra, Novel, Novel Terjemahan, Misteri